Feature StoryDari Vanili Menjadi Masa Depan
Dulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.
Baca Kisah
Platform Editorial MAPAN · Sang Penggerak
Ini bukan halaman profil. Ini catatan perjalanan seorang penggerak — dan ribuan orang yang ikut bergerak bersamanya, dari kebun kelapa hingga ruang kelas desa.

Tentang Sang Penggerak
Pak Jerry memulai bukan dari panggung, melainkan dari kebun. Delapan belas tahun lalu, ia berdiri di tengah kebun kelapa yang nyaris ditinggalkan pemiliknya — dan memutuskan untuk tinggal.
Hari ini, jejaknya membentang dari agroindustri vanili yang menembus pasar dunia, kedai kopi yang menghidupi petani lokal, hingga beasiswa bagi anak-anak kampung yang dulu tak berani bermimpi.
“Saya tidak membangun bisnis. Saya menyalakan daya — bisnis hanyalah salah satu apinya.”Kenali Sang Penggerak
Alur Cerita
Website ini disusun mengikuti perjalanan Anda sebagai pembaca. Mulailah dari siapa dia, dan akhiri dengan bagaimana Anda ikut bergerak.
Berkenalan dengan sosok di balik gerakan — bukan lewat gelar, tapi lewat jalan yang ia tempuh.
Kenali sosoknyaManifesto yang menjadi kompas: daya itu dinyalakan, bukan diberikan.
Baca manifestoLima pilar jejak nyata — dari kebun kelapa hingga sarang walet, dari kelas hingga kedai kopi.
Telusuri jejakKisah para petani, pemuda, mahasiswa, komunitas, dan keluarga yang kini berdiri di kakinya sendiri.
Baca kisahnyaGerakan ini terbuka. Jadilah mitra, komunitas, atau sekadar mulai dari percakapan.
BergabungJejak Sang Penggerak

Menghidupkan kembali kebun kelapa rakyat menjadi ekosistem ekonomi desa yang utuh.

Dari lahan tidur menjadi vanili premium yang membawa nama desa ke pasar dunia.

Kedai kopi yang menjadi sekolah bisnis pertama bagi pemuda desa.

Budidaya sarang walet yang membiayai program sosial tanpa menunggu donatur.

Beasiswa, kelas keterampilan, dan lapangan yang menghidupkan kampung.
Manifesto
Kami percaya setiap orang menyimpan daya. Tugas kami bukan memberi — melainkan menyalakannya, lalu minggir dan menyaksikan mereka bergerak.— Manifesto Sang Penggerak
Mereka yang Digerakkan
Feature StoryDulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.
Baca Kisah
Photo EssayRapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.
Video StoryLulus SMA, Rara hampir berangkat jadi buruh pabrik. Video ini mengikuti 18 bulan perjalanannya membangun usaha gula semut beromzet puluhan juta.