Photo EssayKetika Desa Mulai Percaya
Rapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.

Tangan Pak Salim penuh bekas getah — dua puluh tahun menyadap, mencangkul, dan menjual apa saja yang bisa dijual. Termasuk, pelan-pelan, tanahnya sendiri.
Tahun 2015 ia bergabung dengan program vanili sebagai 'percobaan terakhir'. Ia belajar polinasi manual, fermentasi, dan yang paling sulit: percaya bahwa harga jual bisa adil.
Panen ketiganya dibeli langsung oleh pembeli dari Prancis. Hari itu, kata Pak Salim, ia menangis dua kali — sekali di kebun, sekali saat transfer masuk.
Kini setengah hasil vanilinya ia sisihkan untuk kuliah anak. "Dulu saya jual tanah untuk sekolah. Sekarang tanah yang menyekolahkan."
Lanjutkan Membaca
Photo EssayRapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.
Video StoryLulus SMA, Rara hampir berangkat jadi buruh pabrik. Video ini mengikuti 18 bulan perjalanannya membangun usaha gula semut beromzet puluhan juta.
Feature StoryIPK 3,8 dan tawaran kerja di Jakarta — Dimas memilih pulang mengurus pembukuan koperasi. Keputusannya sempat membuat ibunya menangis. Sekarang tidak lagi.