Feature StoryDari Vanili Menjadi Masa Depan
Dulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.
Beranda/Mereka yang Digerakkan
Kisah nyata para petani, pemuda, mahasiswa, komunitas, dan keluarga. Karena keberhasilan gerakan tidak diukur dari panggungnya — melainkan dari mereka yang bertumbuh.
Feature StoryDulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.
Photo EssayRapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.
Video StoryLulus SMA, Rara hampir berangkat jadi buruh pabrik. Video ini mengikuti 18 bulan perjalanannya membangun usaha gula semut beromzet puluhan juta.
Feature StoryIPK 3,8 dan tawaran kerja di Jakarta — Dimas memilih pulang mengurus pembukuan koperasi. Keputusannya sempat membuat ibunya menangis. Sekarang tidak lagi.
Feature StorySuaminya merantau bertahun-tahun agar dapur tetap mengepul. Sejak bergabung di unit olahan kelapa, keluarga ini akhirnya makan malam bersama setiap hari.
Photo EssayLapangan bola yang dibangun gotong royong ini mengubah jam kosong para remaja menjadi turnamen antar-desa — dan tanpa disadari, menjadi ruang kaderisasi.
Video StoryLima mahasiswa agroteknologi menjadikan kebun vanili sebagai laboratorium hidup. Hasil risetnya kini dipakai ratusan petani mitra.
Feature StoryBertahun-tahun kopinya dihargai sekadar 'kopi asalan'. Lewat kemitraan Roemah Koffie, biji yang sama kini menyandang nama kebunnya sendiri.