Feature StoryDari Vanili Menjadi Masa Depan
Dulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.

"Kerja di kampung itu kalah," begitu keyakinan Rara dulu — sampai ia melihat kakak angkatannya pulang membawa mobil dari jualan gula semut.
Delapan belas bulan kamera mengikuti Rara: gagal fermentasi, ditolak kurasi, kemasan pertama yang jelek, hingga pesanan rutin pertama dari Surabaya.
Kini Rara mempekerjakan lima ibu tetangganya. Mimpinya sederhana dan besar sekaligus: "Anak kampung sini nggak boleh lagi merasa kalah."
Lanjutkan Membaca
Feature StoryDulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.
Photo EssayRapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.
Feature StoryIPK 3,8 dan tawaran kerja di Jakarta — Dimas memilih pulang mengurus pembukuan koperasi. Keputusannya sempat membuat ibunya menangis. Sekarang tidak lagi.