Photo EssayLapangan yang Menghidupkan Kampung
Lapangan bola yang dibangun gotong royong ini mengubah jam kosong para remaja menjadi turnamen antar-desa — dan tanpa disadari, menjadi ruang kaderisasi.

Ekonomi membeli waktu; pendidikan menentukan untuk apa waktu itu digunakan. Sejak 2017, laba koperasi dan walet mengalir menjadi beasiswa penuh bagi anak-anak petani mitra.
Bukan hanya sekolah formal — kelas coding, bahasa Inggris, dan literasi keuangan dibuka di balai desa. Sementara enam lapangan olah raga yang dibangun bersama warga menjadi ruang temu lintas generasi.
Aturannya sederhana: setiap penerima beasiswa kelak wajib mengajar satu kelas untuk adik-adiknya. Harapan harus diestafetkan.
Kisah Terkait
Photo EssayLapangan bola yang dibangun gotong royong ini mengubah jam kosong para remaja menjadi turnamen antar-desa — dan tanpa disadari, menjadi ruang kaderisasi.