Photo EssayKetika Desa Mulai Percaya
Rapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.

Semuanya bermula dari kebun kelapa tua yang nyaris dijual murah. Alih-alih menebang, Pak Jerry mengajak para pemilik kebun duduk bersama: bagaimana jika kelapa tidak dijual sebagai buah, tapi sebagai gula semut, minyak kelapa murni, arang briket, dan sabut olahan?
Koperasi Desa Kelapa Nusantara kini mengelola rantai nilai dari panen hingga kemasan. Petani bukan lagi penonton harga — mereka penentu. Sebagian laba dialirkan ke dana pendidikan desa, menjadikan setiap butir kelapa punya dua buah: ekonomi dan masa depan.
Model 'satu kebun, banyak nilai' ini kini direplikasi di tujuh desa, lengkap dengan pelatihan pembukuan, standar mutu, dan koperasi simpan pinjam yang sehat.
Kisah Terkait
Photo EssayRapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.
Feature StoryIPK 3,8 dan tawaran kerja di Jakarta — Dimas memilih pulang mengurus pembukuan koperasi. Keputusannya sempat membuat ibunya menangis. Sekarang tidak lagi.
Feature StorySuaminya merantau bertahun-tahun agar dapur tetap mengepul. Sejak bergabung di unit olahan kelapa, keluarga ini akhirnya makan malam bersama setiap hari.