Feature StoryDari Vanili Menjadi Masa Depan
Dulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.

Beranda/Mereka yang Digerakkan
Petani · Feature Story
Pak Jumadi, 46
Pak Jumadi selalu tahu kopinya enak — pembeli di kota yang tidak pernah tahu itu berasal dari kebunnya, karena semua dicampur rata oleh pengepul.
Kemitraan langsung mengubah aturan main: petik merah, olah honey, jemur di para-para, dan nama 'Kebun Jumadi' dicetak di setiap kemasan.
Tahun lalu, seorang pembeli datang jauh-jauh hanya untuk melihat kebunnya. "Baru kali ini," kata Pak Jumadi, "kopi saya membuat orang datang, bukan pergi."
Lanjutkan Membaca
Feature StoryDulu Pak Salim menjual lahan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah anaknya. Kini vanili dari lahan yang tersisa justru mengantar anak keduanya ke fakultas kedokteran.
Photo EssayRapat pertama koperasi dihadiri 9 orang — itupun 4 di antaranya penasaran saja. Foto-foto ini merekam bagaimana kepercayaan tumbuh dalam sepuluh tahun.
Video StoryLulus SMA, Rara hampir berangkat jadi buruh pabrik. Video ini mengikuti 18 bulan perjalanannya membangun usaha gula semut beromzet puluhan juta.